Dua Taman di Tenggarong Menjadi Ruang Bermain Ramah

img

 

POSKOTAKALTIMNEWS.COM, KUKAR- Kabupaten Kutai Kartanegara akan memiliki Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) yang tersertifikasi oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

RBRA tersebut berada di Taman Pintar dan Taman Ulin Kecamatan Tenggarong. Kedua taman tersebut telah diaudit oleh Kementerian PPPA.

Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kukar Totok Heru Subroto mengatakan, kedua taman tersebut telah diaudit, dari hasil penilaian Kementerian PPPA belum bisa mendapatkan sertifikasi sebagai Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA), sebab ada sebagian yang harus diperbaiki.

"Tentu hal ini menjadi tugas kita, hingga 10 April nanti akan dilakukan audit kembali. Saat ini kita lakukan perbaikan dan kemudian akan kita laporkan," kata Totok Heru Subroto kepada Poskotakaltimnews, belum lama ini

Ia juga menyebutkan, yang harus diperbaiki untuk mendapat sertifikasi RBRA itu masih banyak, diantaranya memberikan perlindungan terhadap anak anak yang bermain di taman tersebut,

"Contoh ada program bebas wifi di taman itu, di sisi lain harus ada yang kita lindungi, bahwa anak anak tidak bebas menggunakan wifi tersebut, agar tidak bermain gadget, hal ini perlu sinergi dengan Diskominfo, sebab itu menjadi salah satu persyaratannya kemarin," ungkapnya

Apabila penilaiannya sudah melebihi yang ditentukan, maka pemerintah daerah bisa mengusulkan untuk sertifikasi kedua taman tersebut.

Sementara itu Sekretaris DP3A Kukar Hero Suprayetno menambahkan, tujuan sertifikasi ini memberikan gambaran tentang kriteria ruang ramah anak ini memenuhi standart, baik fasilitas bermain yang aman, dan lainnya. Sementara penilaian kemarin masih berada pada tingkat Nindya.

"Kementerian PPPA memiliki 4 tingkatan pada ruang ramah anak yaitu, pratama, madya, nindya, dan RBRA. Ada beberapa catatan yang harus dilengkapi untuk sertifikasi RBRA, diantaranya aspek keamanan, fasilitas sarana dan prasarana, dan menjadikan tempat edukasi," ucap Hero Suprayetno

Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan management yang baik dan sinergitas terhadap beberapa pihak. Harapannya ruang ramah anak ini menjamin keamanan untuk anak, dan bisa menjadikan Kukar sebagai Kabupaten ramah anak.

"Kami berharap semua pihak terlibat dan bersinergi, sehingga ruang ramah anak tersebut bisa diturunkan ke Kecamatan, Kelurahan, dan Desa," tutupnya.(riz)